Jakarta (KABARIN) - Insiden yang menimpa salah satu unit Lepas L8 saat sesi uji coba bersama media di kawasan Pusdiklantas Polri, Serpong, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak Lepas Indonesia. Uji coba tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah salah satu komponen kendaraan mengalami kerusakan ketika melintasi rintangan ekstrem.
Deputy Country Director Lepas Indonesia, Ricky He, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bersifat individual dan tidak mencerminkan performa keseluruhan lini produk Lepas.
“Selama pelaksanaan kegiatan, terdapat dinamika situasional yang teramati pada salah satu dari lima unit kendaraan yang digunakan. Kondisi tersebut bersifat individual dan tidak merepresentasikan kondisi maupun karakter keseluruhan lini produk,” ujar Ricky melalui keterangan resmi, Sabtu.
Ia menambahkan, insiden tersebut kini tengah dievaluasi secara internal sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
“Kami sedang meninjaunya secara internal sebagai bagian dari komitmen Lepas terhadap penyempurnaan produk ke depannya,” lanjutnya.
Kegiatan uji coba ini sendiri digelar untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan media merasakan langsung karakter berkendara Lepas L8, SUV yang mengusung kesan premium dan dijadwalkan meluncur resmi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Menurut Ricky, acara tersebut juga menjadi momen penting bagi Lepas untuk mendengarkan secara langsung masukan, kritik, dan perspektif dari media otomotif.
“Selain memberikan pengalaman berkendara secara langsung, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk mendengar masukan dari berbagai pihak demi penyempurnaan produk,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam sesi uji coba dengan berbagai rintangan, termasuk speed bump ekstrem, salah satu unit Lepas L8 mengalami kerusakan pada CV joint, komponen penting di bagian as roda.
Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, menjelaskan bahwa kondisi pengujian tersebut berada di luar penggunaan normal konsumen.
“Ini kan bumpy test. Kalau sebagai konsumen, tidak mungkin kendaraan digunakan di kecepatan 80–100 km/jam di kondisi seperti itu,” ujarnya kepada awak media di Serpong, Kamis (29/1).
Ia menambahkan bahwa kendaraan yang mengalami insiden tersebut telah digunakan dalam sesi uji coba selama berjam-jam dengan tekanan tinggi.
“Kalau mobil apa pun diuji dengan kondisi getaran ekstrem tanpa jeda, dalam waktu lama, pasti ada risiko. Itu hal yang normal dalam pengujian,” katanya.
Lepas Indonesia pun menegaskan bahwa seluruh masukan dari kegiatan ini akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi menjelang peluncuran resmi Lepas L8 di pasar Indonesia.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026